Outbound – Permainan Kekompakan Team

Team Building untuk Korporasi
 
Membangun tim berarti membentuk orang-orang Anda menjadi kekuatan produktif. Pembentukan tim adalah proses berkelanjutan yang membantu kelompok kerja berkembang menjadi unit kohesif. Anggota tim tidak hanya berbagi harapan untuk menyelesaikan tugas kelompok, tapi saling percaya dan saling mendukung satu sama lain dan saling menghormati satu sama lain perbedaan masing-masing.

Kita hidup di dunia yang cepat, kompleks, dan kompetitif dimana keputusan cepat dibuat setiap hari, sayangnya tanpa kerja sama tim dan mendukung keputusan ini sering kali salah. Orang harus berkomunikasi dan bekerja sama, masing-masing orang menyumbangkan kekuatan mereka untuk memastikan kesuksesan.

Kegiatan pengembangan tim dan permainan Tim terdiri dari berbagai tugas yang dirancang untuk mengembangkan anggota kelompok mengenai kompetensi perilaku dan meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja sama secara efektif. Kegiatan membangun tim bertujuan untuk memperkuat hubungan interpersonal antara anggota kelompok, memecah kebosanan, dan mendapatkan cairan kreatif yang mengalir. Apakah ini?

Kegiatan Team Building

Kami memiliki banyak kegiatan membangun tim sehingga kami dapat menyesuaikan tujuan pembelajaran dan hasil yang diinginkan.

Berikut adalah beberapa langkah penting dalam merencanakan program pelatihan outbound untuk perusahaan Anda

1. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Hasil Belajar untuk Outbound

Langkah pertama dalam pelatihan adalah mengidentifikasi kebutuhan untuk melakukan outbound. Tujuan pembelajaran perlu diidentifikasi secara jelas dengan hasil yang diharapkan. Umumnya disarankan untuk berkonsultasi dengan berbagai Kepala Bisnis, para peserta dan bisnis perlu memikirkan kebutuhan belajar. Biasanya sekitar 2 tujuan Belajar dapat diatasi dalam sehari (6 jam) melalui intervensi pelatihan outbound. Hindari meletakkan terlalu banyak tujuan dan hasil pembelajaran karena fokus pelatihan dapat diencerkan.

2. Identifikasi Lokasi Outbound

Outbound Training membutuhkan lingkungan yang aman untuk belajar dan memberi rasa memiliki kepada peserta. Lokasi yang ideal adalah lingkungan hijau dan tenang yang memiliki efek terapeutik seperti kamp berbasis alam dan yang membawa peserta keluar dari zona nyaman. Outbound Training juga banyak dilakukan di tempat-tempat seperti resort dan di ruang perjamuan. Lingkungan dapat memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman dan pembelajaran peserta. Beberapa mitra Pembelajaran akan memiliki tempat perkemahan mereka sendiri dengan semua fasilitas untuk Outbound Training Interventions.

3. Memilih Mitra Pembelajaran Anda

Memilih pasangan belajar Anda bisa menjadi faktor penentu dampak program. Perusahaan Pelatihan yang secara khusus berfokus pada pendidikan pengalaman cenderung lebih baik dalam merancang dan menyampaikan program yang dapat memenuhi harapan klien.

Mitra Pelatihan Outbound harus dapat memahami kebutuhan dan hasil pembelajaran, segmen Industri, dan kebutuhan bisnis. Mereka harus merancang program agar tetap fokus pada tujuan pembelajaran dan hasilnya. Harus mampu melakukan pembinaan, pendampingan dan evaluasi untuk mengukur dampak setelah program berlangsung.

4. Memilih Fasilitator Outbound

Fasilitator outbound adalah orang yang akan mengantarkan program. Penting bagi fasilitator untuk menjadi ahli dalam pendidikan expereintial dan memiliki pengalaman yang relevan dalam menyampaikan program pelatihan outbound.

Fasilitator juga harus dilibatkan dalam memahami tujuan pembelajaran dan hasil program. mintalah mitra pembelajaran tentang siapa yang akan memfasilitasi program ini dan menghubungi fasilitator terlebih dahulu untuk membahas tujuan, hasil, dan arus agenda pelatihan.

Rasio fasilitator terhadap peserta sangat penting, sedangkan program rekreasi dapat memiliki 1 fasilitator menjadi 40 peserta, program pendidikan tidak boleh melebihi 1 fasilitator menjadi 20 peserta dan program berbasis Kepemimpinan mungkin memiliki 1 fasilitator sampai 10 rasio peserta.

5. Mempersiapkan Peserta

Keberhasilan program outbound juga bergantung pada keterlibatan dan partisipasi karyawan karena program pembelajaran kegiatan ini mengharuskan peserta untuk terlibat, berbagi pengalaman dan membuat program partisipatif. Pastikan untuk memberi tahu peserta untuk menetapkan harapan tentang sifat program dan panduan untuk mempersiapkan hasil yang lebih baik.

6. Akhirnya ingat

Pelatihan kegiatan ini bukan satu kali perbaikan cepat dan para peserta mungkin memerlukan tindak lanjut, pendampingan atau pembinaan lebih lanjut dengan penilaian reguler dan interval pelatihan untuk perubahan perilaku.+

Anggaran yang dikeluarkan untuk outbound akan lebih tinggi daripada sesi pelatihan di kelas dan juga dampak keseluruhannya. Terkadang perusahaan cenderung menghabiskan jumlah besar di fasilitas resor dan jumlah yang sedikit pada pelatihan dengan menyewa seorang pelatih emiten atau pelatih tim untuk memberikan program ini, membuat program menjadi tidak efektif. jadi putuskan apakah Anda ingin melakukan program rekreasi berbasis kesenangan atau program pengembangan berbasis outbound dan keseimbangan antara kebutuhan dan hasil.